#title Tawaran Pemukiman Komunis: Sebuah Koloni Baru Bagi Tyneside atau Wearside #subtitle Sebuah Korespondensi #author Peter Kropotkin #LISTtitle T #date 2017 #source [[https//archive.org/details/eksperimen-gagal-2]] #lang id #pubdate 2026-10-14T20:47:29 #authors Peter Kropotkin #topics Archipelago Anarchist Archive; Koloni; Komune; Pemukiman #language Bahasa Indonesia #publication Penerbit Daun Malam #notes Diterjemahkan oleh Yerry Niko dan diterbitkan oleh Penerbit Daun Malam sebagai buku kumpulan tulisan: Mengapa Eksperimen Skala Kecil Selalu Gagal (2017). Diunggah ke SEA-AL oleh Matsutake (Archipelago Anarchist Archive).
Sejumlah penduduk Komunis di Utara Inggris telah memutuskan untuk mendirikan pemukiman yang mirip dengan koloni yang didirikan Tuan Herbert Mill di Starnthwaite. Namun akan dilaksanakan atas prinsip-prinsip Komunistik. Para penganjur dari rencana ini sedang dalam usaha bernegosiasi untuk berbagai bidang tanah. Namun, mereka belum sampai ke keputusan final terutama mengenai lokasi dimana pemukiman mereka akan didirikan. Meskipun demikian, kami, diberitahukan, bahwa jika tidak ada aral melintang dan tak terantisipasi muncul di saat-saat terakhir, koloni akan didiirikan di Tyneside atau Wearside, kemungkinan di tempat terakhir. Pangeran Kropotkin telah diundang untuk menjadi bendahara, telah membalas surat sebagai berikut: Kawan yang baik, Terima kasih banyak atas surat dan pernyataanmu yang sangat jelas menyangkut fakta-fakta yang ada. Terima kasih untuk tetap mempercayai saya. Namun harus saya katakan sekarang bahwa tidak mungkin saya untuk menjabat sebagai bendahara. Untuk jabatan ini, saya bukanlah orang yang paling cocok, karena saya tidak pernah bisa menjaga pencatatan yang baik akan pendapatan dan pengeluaran saya sendiri. Lebih lagi saya tak memiliki cukup waktu. Menyangkut skema anda, harus saya katakan bahwa saya hanya memiliki kepercayaan sangat sedikit terhadap skema komunitas komunis yang dimulai dengan situasi saat ini, dan selalu menyesal melihat laki-laki dan perempuan pergi untuk menderita berbagai macam penderitaan dalam rangka, di banyak kasus, untuk menemukan hanya ketidakpuasan pada akhirnya: pensiun untuk waktu yang lama dari kerja mempropagandakan ide-ide di antara massa yang demikian besar, dan membantu massa di dalam pembebasan diri mereka. Karenanya, menciptakan eksperimen-eksperimen semacam ini memiliki banyak kemungkinan untuk gagal. Tetapi saya juga mesti mengatakan bahwa skema anda memiliki beberapa hal yang tidak bisa diragukan lagi akan membawa kemungkinan kesuksesan ketimbang yang dimiliki eksperimen-eksperimen sebelumnya. Selama bertahun-tahun saya telah menyampaikan bahwa sekali seseorang memutuskan untuk memulai sebuah eksperimen, hal tersebut mesti dikerjakan dengan: 1. Tidak dilakukan di sebuah negeri yang berbeda—dimana mereka akan menemukan, disamping kesulitan-kesulitan mereka sendiri, segala kerja keras yang mesti diatasi seorang pionir kebudayaan di negeri yang belum ditinggali (dan saya sangat mengerti hal ini lewat pengalaman saya sendiri dan kawan-kawan saya betapa besar kesulitan-kesulitan ini)–namun di daerah dekat dengan kota-kota besar. Di situasi semacam ini setiap anggota komunitas dapat menikmati keuntungan dari peradaban; perjuangan untuk bertahan hidup menjadi jauh lebih mudah, dengan mengingat fasilitas-fasilitas yang diambil dari capaian yang dilakukan leluhur kita dan mendapat kemudahan lewat pengetahuan para tetangga sekitar kita; dan setiap anggota komune yang tidak lagi puas dengan kehidupan komunal dapat setiap saat kembali ke kehidupan individualistik masyarakat saat ini. Seseorang dapat, dalam situasi ini, menikmati kehidupan intelektual, sainstifik, dan artistik dari peradaban kita tanpa perlu meninggalkan komunitas. 2. Bahwa itu adalah sebuah komunitas yang baru, ketimbang sekedar menjiplak contoh-contoh dari para leluhur kita, dan memulai dengan budidaya pertanian ekstensif, dengan segala kerja banting tulang, kecelakaan, kegagalan, dan segunung kerja yang dibutuhkan, sangat sering jauh lebih unggul dari kekuatan para kolonis, yang sedang membuka cara baru berproduksi yang sekaligus membuka jalan bagi konsumsi. Ia harus, sebagaimana saya melihatnya, memulai dengan pertanian intensif–yaitu, budidaya kebun tanaman, dibantu sebisa mungkin dengan budidaya pertanian rumah kaca. Di samping keuntungan keamanan di tanaman, yang didapatkan dari beragamnya dan budaya, kebudayaan macam ini memiliki keuntungan yang memungkinkan komunitas mempergunakan bahkan kekuatan yang paling lemah; dan semua orang tahu seberapa lemah pekerja-pekerja di kebanyakan perkotaan akibat kondisi kerja yang membunuh, sebagaimana kondisi kebanyakan industri saat ini diorgansir. 3. Bahwa syarat pertama, kesuksesan, sebagaimana dibuktikan oleh komunitas petani, koloni sosialis Young Icaris, dan yang lainnya, membebaskannya dari ciri monastik dan barak-barak garmen, dan untuk memahami itu sebagai kehidupan keluarga yang mandiri, yang dipersatukan oleh keinginan untuk mendapatkan materi dan kesejahteraan moral dengan menggabungkan upaya mereka. Teori yang mengatakan kehidupan keluarga mesti dihancurkan sepenuhnya dalam rangka menghemat bahan bakar yang dipakai di dapur, atau penghangat di ruangan makan, sama sekali palsu; dan dapat dipastikan bahwa Young Icaris sepenuhnya tepat dalam memperkenalkan sebanyak mungkin kehidupan pengelompokkan sahabat dan keluarga, bahkan dengan tata cara makan mereka. 4. Nampak bagi saya telah dibuktikan dengan fakta-fakta bahwa manusia bukanlah malaikat maupun budak sebagaimana dikesankan oleh impian-impian utopis otoritarian–prinsip-prinsip Anarkis adalah satu-satunya yang mampu membuat sebuah komunitas memiliki kemungkinan untuk berhasil. Di dalam ratusan cerita mengenai komunitas-komunitas yang bisa saya baca, saya selalu melihat bahwa pengenalan setiap bentuk otoritas terpilih telah selalu, tanpa terkecuali, menjadi hal yang menyebabkan komunitas terlantar. Sementara, di lain pihak, komunitas-komunitas ini menikmati sebagian atau kadang kala kesuksesan yang sangat mendasar, dengan tidak menerima secuilpun otoritas, kecuali kesepakatan mutlak dari sidang rakyat. Mereka lebih menyukai, sebagaimana dilakukan ratusan juta buruh-tani Slavonian dan kaum Komunis Jerman-Amerika, mendiskusikan setiap permasalahan hingga mencapai kesepakatan bersama di dalam pertemuan warga. Kaum komunis, yang terikat untuk tinggal di lingkaran sempit dengan hanya beberapa individu, yang didalamnya lingkaran perjuangan kecil saling mendominasi terasa lebih kental, harus memutuskan untuk meninggalkan Utopia mereka soal pemilihan komite pengelola dan kekuasaan mayoritas. Mereka terpaksa tunduk pada kenyataan, praktek-praktek yang telah berlaku selama ratusan tahun di ratusan komunitas-komunitas pedesaan (pertemuan warga) dan mereka mesti ingat bahwa di dalam komunitas-komunitas ini, kekuasaan mayoritas dan pemerintah yang dipilih telah selalu bermakna dan beriringan dengan munculnya disintegrasi–dan tidak pernah mendekatkan pada konsolidasi. Mengenai hal ini saya telah merumuskan empat hal, dari apa yang saya ketahui merupakan kehidupan nyata dari komunitas-komunitas Komunis. Sebagaimana yang telah ditulis oleh sejumlah orang Rusia dan Eropa Barat yang tidak memiliki konsepsi teoritis, tidak mempromosikan pandangan teoritis, namun hanya sekedar menuliskan atau secara lisan menceritakan kepadaku apa yang telah mereka jalani. Penderitaan hidup yang kosong, dan keniscayaan tumbuhnya semangat saling intrik dan berebut kuasa, yang telah menjadi dua penyebab utama kegagalan kaum kolonis. Sekarang, sejauh yang saya perhatikan dari isi surat anda, komunitas yang ingin anda dirikan mengambil keempat hal tersebut sebagai hal yang penting, dan dengan melakukan hal itu, saya percaya, terdapat lebih kemungkinan untuk sukses. Terhadap empat poin ini saya mesti menambahkan yang kelima, yang tentu akan anda setuju pula. Hal itu adalah melakukan segala yang mungkin untuk mengurangi kerja-kerja kerumahtanggaan hingga tahap yang paling minimal, dan mencari tahu untuk hal ini, dan untuk menciptakan jika perlu, segala pengaturan yang mungkin perlu. Di kebanyakan komunitas hal ini telah secara buruk disepelekan. Para perempuan dan gadis belia yang berada di masyarakat baru hidup sebagaimana saat mereka berada di dalam masyarakat lama–menjadi budak bagi komunitas. Pengaturan untuk mengurangi semaksimal mungkin kerja luar biasa menumpuk ini, yang dikerjakan secara tak perlu oleh kaum perempuan kita. Para perempuan menghabiskan banyak waktunya untuk membesarkan anak-anak, demikian juga kerja-kerja rumah tangga lain, yang menurut pandanganku, sangatlah penting untuk kesuksesan komunitas sebagaimana pengaturan layaknya kerja-kerja di ladang-ladang, rumah kaca atau bahkan mesin-mesin pertanian. Tetapi sementara saat setiap komunitas bermimpi akan memiliki mesin pertanian atau industri yang sempurna, mereka jarang sekali memberi perhatian kepada kekuatan yang disia-siakan dari para budak yang taat ini, kaum perempuan. Sejumlah langkah-langkah telah diambil di Guise Familistere (komune ciptaan Charles Fourier dan kawan-kawannya). Sementara praktek lain yang bijak dapat pula ditemukan. Tetapi, dengan kesemuannya itu, sebuah komunitas yang diawali dari masyarakat saat ini mesti mengatasi semua kesulitan-kesulitan fatal. Ketiadaan semangat komunis, kemungkinan hanyalah ganjalan terakhir. Sementara karakter mendasar manusia hanya bisa diperatarai lewat evolusi yang sangat lambat. Semangat individualis dan saling kerjasama yang relatif besar adalah hal-hal di antara yang paling dapat diubah pada manusia. Keduanya merupakan produk dari perkembangan masa-masa sebelumnya. Derajat kencenderungannya dapat diubah pada individu-individu dan bahkan dalam masyarakat secara cepat, yang bahkan akan mencegangkan kaum sosiologis jika mereka benarbenar menekuni subyek dan menganalisanya sesuai fakta. Kesulitan utama datang dari kecilnya komunitas itu sendiri. Dalam sebuah komunitas besar, karakter-karakter kasar dari setiap orang akan diperhalus, menjadi kurang berarti dan kurang nampak. Di dalam sebuah kelompok kecil kita akan mendapati, karena kondisi kehidupan nyata, banyak hal-hal penting yang remeh temeh. Lebih banyak kontak antara tetangga dari yang ada di masyarakat saat ini, yang sepenuhnya diperlukan. Manusia telah mencoba mati-matian untuk hidup di dalam isolasi, dan melempar ke bahu pemerintah segala urusan remeh temeh yang mestinya mereka urus sendiri. Namun di dalam sebuah komunitas kecil, kontak menjadi terlalu dekat dan yang paling buruk, karakter khas individu mendapat sorotan kelewat penting, ketika hal-hal ini mesti dipikul dalam keseluruhan hidup komunitas. Sebuah contoh yang mirip, yang patut dicatat adalah ketika 20 tahanan dikurung di dalam satu ruangan atau 20 penumpang di dalam kapal kecil, mereka dengan segera akan membenci satu sama lain karena secuil karakter di dalam diri masing-masing individu lain. Untuk keberhasilan sebuah eksperimen Komunis yang saling mengakomodasi satu sama lain di antara manusia, ia mestilah diselenggarakan dalam sebuah skala yang besar. Di satu kota, yang paling kurang berisi 20 ribu penghuni. Ia mesti mengorganisir diri untuk bisa berswadaya dalam hal konsumsi akan barang-barang kebutuhan dasar yang dibutuhan kehidupan (perumahan dan perabot-perabot penting, makanan dan pakaian). Ini perlu pula dilakukan dengan pengelompokkan merdeka untuk menyalurkan kebutuhan akan hobi dan cita rasa artistik, keilmuwan, dan kesusasteraan yang lebih tinggi–sebelum dapat benar-benar mengatakan sesuatu mengenai kemampuan yang telah diuji lewat eksperimen, atau ketidakmampuan, dari kehidupan Komunis kita saat ini. (Oh ya, eksperimen ini nampak tidak cukup layak seperti saat tampilannya untuk pertama kali). Kesulitan yang lain adalah kita bukanlah masyarakat adat yang belum tersentuh oleh peradaban lain, yang dapat memulai kehidupan ala kesukuan dengan satu pondok sederhana dan bermodal beberapa batang panah. Sekalipun tidak terdapat larangan berburu, kita mesti peduli soal—paling tidak untuk kelompok mayoritas–kenyamanan ekstra dan dorongan akan kehidupan lebih baik ketimbang setetes whisky yang dipasok oleh para pedagang luar sebagai hasil pertukaran buruan dan kulit-kulit bulu binatang liar. Dalam kebanyakan kasus, sebuah komunitas Komunis dipaksa dimulai dari kondisi yang kurang lebih mirip dengan kondisi sangat sederhana semacam itu, karena beban utang atas ijin menempati tanah yang boleh digarap, dan dilihat sebagai gangguan oleh tuan tanah dan industri di sekelilingnya. Biasanya proyek ini dimulai dengan utang yang besar, sementara ia mesti dimulai dengan pasokan modal dari kapital yang telah dihasilkan dari kerja generasi sebelumnya. Penderitaan dan perjuangan berat hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup biasanya menjadi kondisi umum bagi semua koloni Komunis yang sejauh ini telah diupayakan, tanpa menyebutkan kondisi-kondisi tak mengenakkan yang saya sebutkan sebelumnya di atas. Saya tak dapat bersikeras lebih jauh lagi terhadap keputusanmu yang bijak soal memulai penanaman intensif di bawah petunjuk seorang ahli kebun yang berpengalaman, yaitu bentuk-bentuk pertanian yang paling menguntungkan. Dan setelahnya ada pula kesulitan lain yaitu manusia-manusia ini tidak terbiasa dengan kehidupan pertanian yang berat, kerja tidak tetap dan kerja-kerja untuk membangun kerja kerajinan tangan–yaitu kerja-kerja yang justru sangat dibutuhkan bagi sebuah koloni muda. Terakhir, terdapat kesulitan lain yang mesti dihadapi sebuah koloni semacam itu, seketika saat mereka menjadi makmur, mereka bakal dibanjiri oleh para pendatang baru. Kebanyakan adalah orang-orang yang gagal di kehidupannya saat ini, yang energinya telah bangkrut karena bertahun-tahun menganggur dan sekian lama hidup melarat, hal-hal yang secuilpun tak dimengerti oleh kaum kaya. Apa yang seharusnya mereka miliki sebelum mulai bekerja adalah waktu istirahat dan makanan yang bergizi dan kemudian memulai kerja keras. Kesulitan-kesulitan ini bukanlah sesuatu yang teoritis. Segenap koloni Komunis di benua Amerika pernah mengalaminya dan kecuali jika para kolonis ini membuang prinsip-prinsip Komunisme dan menyatakan diri mereka sebagai kaum individualis - kaum borjuis kecil, yang tengah berhasil dan akan mempertahankan bagi diri mereka sendiri keuntungan-keuntungan dari posisi mereka - dalam kasus dimana, prinsip komunis telah ditinggalkan, komunitas ini bakal segera menemui kegagalan di bawah dualitas yang masuk merayap; atau mereka menerima para pendatang baru dengan perasaan tidak bersahabat (“mereka tidak paham kesulitan seperti apa yang pernah kita lewati,” demikian kata penghuni lama), dan secara perlahan mereka dibanjiri oleh orang-orang baru yang dengan segera akan melampaui kapital yang bisa dikerjakan bersama. Bagi sebuah koloni Komunis, kesuksesan bisa berarti penyebab utama kegagalan. Inilah yang menyebabkan—sejumlah pimpinan kelompok buruh di Amerika dan para simpatisan dari kaum kelas menengah di Chicago selama pemogokan buruh di Chicago baru-baru ini mengasingkan diri ke pedalaman negeri dan memulai sebuah daerah sosialis yang bakal mereka pertahankan melawan agresi dari luar–punya kemungkinan lebih besar untuk sukses ketimbang sebuah koloni Komunis. Kawan, inilah yang ingin aku sampaikan untuk menjawab suratmu. Bukannya aku mencoba memadamkan semangatmu dan kawan-kawanmu. Aku hanya berpikir bahwa “mendapatkan peringatan dini bermakna bersiap sedia sejak awal”. Semakin seseorang melihat kesulitan-kesulitan hadapannya, dia akan semakin mampu menangani masalah-masalah ini. Sekali anda merasa hatimu condong untuk mengadakan eksperimen ini meski mengetahui segala kesulitan - jangan ada keraguan untuk melaksanakannya. Seseorang yang gigih akan selalu menemukan jalan suatu yang patut dipelajari dari suatu masalah bagi diri mereka dan mengajari kawan-kawannya yang lain. Sekali hatimu condong ke arah ini—tentu saja, majulah! Kalian punya lebih banyak kesempatan untuk sukses ketimbang banyak pendahulu kita dan saya yakin kamu bakal menemukan banyak simpati di jalan yang bakal kamu tempuh. Saya akan bersamamu dan jika kalian pikir bahwa dengan mempublikasikan surat ini bakal menambah banyak simpati bagi upaya kalian, publikasikan ini sebagai sebuah surat terbuka bagi kawan-kawan yang berkeinginan memulai sebuah koloni Komunis. Jabat erat, P. Kropotkin. Viola Cottage, Bromley, Kent, 16 Feb 1895.