Hari ini kita hidup di masa ketakutan, dunia kemerosotan. Semua yang ada di sekeliling kita menyebarkan dunia yang sakit, yang bagaimanapun juga menolak untuk mati. Semua pengkhotbah ideologi, ilmuwan, ekonom, jurnalis, politisi, sosiolog, sindikalis, kelompok kiri, humanis, setuju dengan kebenaran umum yang disebut ‘krisis ekonomi’.

Demikianlah hantu krisis ekonomi melayang-layang di atas bekas teritori istimewa peradaban barat, setelah meninggalkan tumpukan orang mati dan reruntuhan perang di ‘negara-negara berkembang’ di seluruh dunia.

Tetapi kami menolak kebenaran yang mereka tawarkan. Kami menolak untuk kalah dalam persamaan matematis, persyaratan ekonomi, dan kontrak pinjaman. Kami menolak kehidupan didesak ke dalam statistik. Angka-angka tidak bisa menjelaskan mengapa keberadaan kita semakin miskin. Kami berbicara tentang kemiskinan yang berbeda, tidak hanya kemiskinan di supermarket. Kami berbicara tentang kemiskinan dalam kata-kata, emosi, pemikiran, petualangan, ketegangan. Kami berbicara tentang ketunggalan yang bersemayam dalam manusia modern-hewan peliharaan dari kandang-kandang kota metropolis yang memenjarakan diri mereka sendiri.

Ada krisis yang membuat hidup kita kian miskin hari ini. Tetapi ini bukanlah krisis ekonomi, melainkan krisis nilai. Masyarakat memperdagangkan nilai-nilai kebebasan, penghargaan, solidaritas, martabat, dengan posisi di dalam surga konsumeris. Sekarang waktunya ia jatuh ke neraka, sebab hari ini ia mengalami keruntuhan sistem yang selama ini setia disembahyanginya.

Para duta gaya hidup modern berbicara tentang penyelamat ekonomi melalui perubahan korektif dan program pembangunan, sementara para ideolog kiri memohon pembersihan institusi. Sayangnya, di Yunani, tekanan anarki sosial birokratis juga bergabung dengan tarian absurd dan fantasi kebangkitan ideologi yang telah mati, yang berbicara tentang swakelola alat produksi dan kolektif pekerja.

Para anarkis sosial, sambil menolak sistem, alih-alih menghancurkan identitas kelas dan ekonomi, berbicara dengan bahasa mereka. Mereka berbicara tentang penggulingan sistem yang ada tanpa, bagaimanapun, mencabut logika ekonomi-sentris dari dalam diri mereka. Bagi kami, sebagai anarko-individualis dan nihilis, ekonomi bukanlah kunci pembebasan. Ekonomi adalah bagian dari masalah dan masalah itu sendiri. Satu-satunya cara menyerang jantung masalahnya adalah dengan menghancurkan ekonomi beserta distingsinya dan berbicara tentang hubungan antarmanusia. Dunia tidak akan menjadi lebih indah atau lebih bebas jika kita mengkolektifkan kerja, tetapi hanya jika kita meledakkan hubungan kerja dan menghancurkan mentalitas, etika, dan budayanya. Hal yang sama akan terjadi dengan persahabatan, cinta, kenikmatan; makna hidup itu sendiri.

Di jalan untuk pemberontakan anarkis yang tiada henti, kami tidak menyimpan apa pun yang menahan kami di masa lalu. Kami meruntuhkan mitos-mitos tentang subjek revolusioner, tentang proletariat, tentang penantian abadi untuk kondisi objektif yang tepat, tentang persamaan sosial penduduk; massa yang bergerak lamban inilah, dengan ketidakaktifannya, yang menghentikan napas kami.

Memandang kembali ke masa lalu, kami mengenal jejak kami sendiri, jejak yang ditinggalkan beberapa serigala soliter yang berjalan melawan waktu. Mereka semua adalah anarkis ilegalis konspirasional yang menjadikan pemberontakan anarkis sebagai satu-satunya tanah air mereka. Merekalah yang memilih untuk menjauh dari kemuliaan ideologi dan birokrasi yang mati, dari anarkisme sosial yang menunggu massa untuk memulai pemberontakannya. Sendirian dan unik, mereka mempersenjatai hasrat mereka, mengesampingkan pembusukan menyedihkan dari kawanan dan melanjutkan penyerbuan ke surga.

Bintang-bintang mereka memenuhi mata kami, apinya membanjiri pikiran kami, balas dendamnya berdetak di hati kami, dan tangan kami merangkul senjata dan dinamit yang mereka warisi kepada kami. Kami hidup untuk ledakan tak berujung atas tindakan, pikiran, perasaan, dan hasrat yang mencapai ujung dunia.

Tidak ada nostalgia, hanya ada hari ini. Sedangkan besok sudah terlambat. Hari ini adalah giliran kami, hidup kami, waktu kami.

Anarko-individualisme dan nihilisme, gerbang anarki baru, mengundang kami. Di masa krisis umum, matahari dari anarki baru terus terbit. Kami tidak mencari obat sosial yang ‘adil’ dari ekonomi global yang hari ini sedang sakit. Sebaliknya, kami mencari racun untuk kematian terakhirnya.

Sebagaimana kami tulis di atas, sebelum kehidupan secara biologis dicekik krisis ekonomi, ia sudah dilukai keputusasaan, ilusi, dan kesepian masyarakat modern.

Oleh karena itu, penting untuk berpikir, merasakan, dan menyerang apa pun yang mengagungkan kekaisaran otoritas, melawan apa pun yang melestarikan agama ekonomi, apa pun yang membawa maut keheningan dan kebekuan. Dan, meski kami terkadang tampak seperti orang gila yang sendirian, tentu saja kami tidak sendiri. Kami tinggal dalam sebuah rumah yang penuh dengan suara, impian, hasrat, tawa, melankoli, tindakan. Rumah kami tidak memiliki tuan dan tamu; ini milik kami semua. Di rumah kami, kami berbicara tidak hanya dalam satu bahasa, tetapi banyak bahasa, dan kami selalu berkomunikasi dengan mata kami.

Rubanah kami penuh dengan senjata, bahan peledak, rencana, komunike; apa pun yang dirampas musuh dari kami, tangan dan keinginan kami tetap tidak akan pernah tak bersenjata. Di meja rumah kami selalu ada tempat dan gelas anggur untuk teman-teman dan kawan-kawan baru yang tak pernah kami temui sebelumnya. Serta ada beberapa tempat kosong untuk saudara-saudari yang tak hadir, yang meninggal dunia, yang buron, yang dipenjara, tetapi gelas mereka selalu penuh karena mereka pun selalu ada di samping kami. Rumah kami tidak berpintu, tak memiliki kamar, bahkan dinding. Rumah kami tak beratap karena itu akan menyembunyikan langit dan bintang. Rumah kami tak berjendela karena itu akan menahan angin. Rumah kami tak memiliki nama jalan atau nomor. Rumah kami tak memiliki nama tetapi hidup di hati kami.

Rumah kami adalah FAI-IRF dan kami tidak akan pernah meninggalkannya, baik di saat-saat mudah maupun sulit.

FAI-IRF adalah Atlantis yang hilang dari teori praksis. Ini adalah titik pertemuan dari pemikiran dan tindakan, imajinasi dan waktu kini, kekerasan dan puisi, hasrat dan keputusan, yang ‘aku’ dan yang kita.

Ini merupakan saat-saat yang penting bahwa ada puluhan individualitas dan sel anarkis yang berpartisipasi dalam jaringan FAI-IRF. FAI-IRF adalah persatuan egois anarkis ilegal yang membenci perkumpulan organisasi Marxis dan birokrasi para anarkis reformis.

Tidak ada protokol atau aturan. Satu-satunya kompas adalah nilai-nilai kami: aksi langsung, kritik anarkis terhadap kebungkaman sosial, solidaritas internasional, pemberontakan konstan. Pada saat yang sama, kami semua sebagai para anarkis praksis, memelihara keinginan yang tak terpadamkan untuk terus-menerus membangun kembali formasi FAI-IRF sebagai episentrum hasrat manusia. Kami pun merasa tak perlu menawarkan resep kebahagiaan siap pakai kepada masyarakat. Hidup kita tidak membutuhkan solusi siap pakai. Selain itu, eksperimen bahkan kesalahan adalah cara terbaik untuk menemukan kebebasan. Engkau hanya bisa mengharapkan racun dari geming air ideologi tradisional.

Pemikiran para anarkis insureksionis-nihilis tetap hidup bukan sebagai ideologi yang sempurna dan final. Sebaliknya, ia mencari konfrontasi dialektis baik dengan menguji dirinya sendiri dengan melewati perselisihan yang harus dihadapi, atau ketika menemukan jurang dan menciptakan kembali dirinya dengan titik awal evolusi. Dengan demikian, FAI-IRF bukanlah ujung jalan dari utopia terakhir, melainkan salah satu jalan untuk perjalanan konstan menuju anarki.

Itulah penyebab mengapa ketika seseorang membaca lusinan klaim tanggung jawab dari sel-sel FAI-IRF secara internasional akan menemukan sejumlah perbedaan, bahkan beberapa ketidaksepakatan. Inilah keindahan dan keunikan dari anarki baru. Di samping berbagi nilai-nilai dasar kami sebagai konspirator Black International, ada kekhususan dari masing-masing kami yang mendorong pencarian terus-menerus atas keberadaan kami.

Kita akan selalu menemukan wilayah merdeka dari diri kita sendiri, gairah yang tak dikenal, hasrat tak terbatas yang mempersenjatai pertaruhan kehidupan; menggantikan kesengsaraan dan ketepatan persamaan ekonomi yang dipuji ideologi-ideologi revolusioner yang tumbuh subur.

Hari ini FAI-IRF bukan hanya sebuah gagasan, seperti halnya Conspiracy of Cells of Fire tidak terbatas pada tanah negara Yunani. Kami tidak ingin mencurahkan diri kami sendiri untuk membuat keberadaan kami diketahui. Penyebaran kami ke banyak negara mengubah kami menjadi ancaman asimetris dalam negeri. CCF Meksiko mengubah kata-kata menjadi api; di Rusia dan Belarusia, CCF mengubah atap yang beku menjadi lahar; dan di Italia, sel Olga dari FAI menulis puisinya sendiri dengan peluru. Pada saat yang sama, puluhan konspirator di Chile, Ekuador, Bolivia, Peru, Brazil, Spanyol, Inggris, Polandia, Yunani, Indonesia, Australia, bersekongkol dengan kekacauan dan memindahkan api anarki ke dalam basis kehidupan.

Inilah mengapa kami secara konstan membuat saling-silang pertemuan dan komunikasi baru yang tak terlihat untuk membicarakan kematian hidup dan badai anarki baru. Kami ingin api kami ditulis dalam semua bahasa. Kawan-kawan yang tak kenal lelah tiada henti mengalihbahasakan teks para tahanan, buku-buku, klaim-klaim tanggung jawab. Sementara, pada saat bersamaan, solidaritas diinternasionalkan dan FAI-IRF menjadi Lernaen Hydra dari anarki baru. Untuk setiap sel yang ditangkap, ada dua sel baru yang siap menyerang.

Demikianlah kami memasuki tanah pemberontakan anarkis yang berkelanjutan. Dalam perjalanan kami yang tak dapat dikontrol untuk menghancurkan otoritas, kami bertemu musuh dan kekuatan konservatifnya di seberang. Namun, selain musuh itu, masih ada banyak alasan, hambatan, dan dilema yang mencoba membuat kaki kami berat, mengganggu langkah kami. Seringkali kamuflase kepengecutan itu tersamarkan sebagai analisis teoretis yang hidup dalam birokrasi lingkaran anarkisme sosial, yang mengharapkan kebangkitan masyarakat. Kata-kata ‘anarki’, ‘aksi langsung’, dan ‘pemberontakan anarkis’ menjadi limbung, kehilangan muatan tajamnya, dan menjadi cacat serupa ocehan tak bermakna yang memenuhi amfiteater pelajar. Inilah mengapa kami melihat di Bolivia ada organisasi anarkis yang menyatakan kesesuaiannya dengan otoritas negara dan masa bodoh terhadap rekan-rekannya yang dipenjara karena menjadi bagian dari FAI; di Italia, parasit anarko-hippies melalui teks mereka mengutuk dan memfitnah tindakan sel Olga dari FAI; di Jerman, sebagian dari kaum anarkis melupakan dan memfitnah rekan-rekan yang dipenjara seperti kasus Aachen4; sementara di Yunani banyak dari gerakan anti-otoritarian membahas tentang apakah mereka akan memilih partai kiri Syriza atau tidak dalam pemilu dan umumnya ada perubahan ke arah kolektivisasi melalui pekerja dan majelis demokrasi ‘putih’.

Kami ingin menghindari kesalahpahaman itu dan membuat kelimbungan itu tak dapat disentuh. Oleh karena itu, perlu dibuat garis pemisah yang jelas antara lingkaran insureksionis-nihilis dengan tempat perlindungan reformisme. Inilah mengapa kami ingin setiap teks dan tindakan kami segera dikenali, mengadopsi stigma kami sendiri. Stigma serangan konstan anarkis.

Tetapi tak cukup hanya berbicara tentang penyerangan, sebaliknya kami ingin menjadi bagian dari serangan. Inilah mengapa melalui teks ini kami ingin melemparkan proposisi ke dalam api pertempuran. Sebuah proposisi yang tengah dibahas untuk beberapa waktu saat ini di lingkaran anarki baru di Yunani. Yang kami maksud adalah penyebaran pengetahuan dan pengalaman teknis untuk pembuatan alat peledak dan pembakaran, serta untuk menyebarkan bentuk sabotase lainnya. Melalui manual praktis cetakan kecil atau melalui bentuk digital di internet, kita dapat berbagi informasi, hak cipta, pokok-pokok teknis, gagasan, aplikasi, diagram, dan memperkaya gudang senjata kita. Ketika pengetahuan dan pengalaman dibagikan, maka ia menjadi berbahaya. Pertama, ia menghapus pemisahan antara teori dan praktik, serta mitos tentang ‘spesialis’ kekerasan dihapuskan. Pada saat yang sama, fetisisme dari kekakuan ideologi Marxis tentang garda depan ‘perjuangan bersenjata’ surut dan ilusi hierarki metode berakhir. Ada garis tak terlihat yang menghubungkan antara peluru di kepala polisi dan batu di depan jendela.

Kami ingin membuat garis itu terlihat. Semuanya untuk semua orang, tidak ada spesialis kekerasan, yang ada individualitas dan pilihan-pilihan.

Kami tidak membagikan pilihan-pilihan kami hanya dengan berbicara dan menulis teks melawan negara dan masyarakatnya, tetapi juga ketika kami saling menawarkan cara-cara praktis yang memungkinkan.

Demi mempraktikkan teori kami. Inilah mengapa kami mengusulkan kepada kawan-kawan FAI-IRF agar melanjutkan penerbitan manual yang menjelaskan antara lain cara membuat mekanisme peledak, pemasangan bom waktu, perakitan bom parsel, penggunaan sistem penunda waktu buatan sendiri dalam serangan pembakaran, penguatan daya rusak molotov, sintesis dan campuran bahan untuk pembuatan bahan peledak. ‘Pekerjaan’ kita dalam seni sabotase yang kaotis juga dapat membuka tematologinya mulai dari perusakan kamera (pengawas), pemblokiran ATM dan pembuatan bom asap rakitan, hingga perampokan serta pencurian mobil dan sepeda motor, juga pemeliharaan dan penggunaan senjata.

Semua pengetahuan yang dikuasai setiap hari itu tidak bisa dan seharusnya tidak menjadi hak istimewa dari elite veteran pemrakarsa praksis. Sebaliknya, kami ingin memperoleh senjata bersama dengan semua anarkis praksis di mana kami akan berbagi ide dan praktik untuk memperkuat pemberontakan konstan anarkis melawan Yang Ada (the Existing). Jadi kawan-kawan yang membawa serigala praksis ke dalam dirinya, tetapi belum memperoleh pengetahuan teknis untuk mengintensifkan serangan mereka terhadap struktur sistem sosial, sekarang dengan proposisi ini mendapat akses atas stok yang tak ada habisnya pada kecerdikan destruktif dan kaotis yang akan memperkuat api mereka.

Tentu saja manual praktis ini tidak akan dianggap sebagai ‘kitab suci’ para anarkis praksis karena akan terus diperbarui dan diperkaya, sebab eksperimen dan pencarian tidak pernah berhenti.

Kami juga menekankan bahwa karena sifat dari penyebaran teknik dan bentuk sabotase ini terbuka, kami yakin bahwa mata polisi akan terus-menerus tertuju pada upaya kita.

Itulah mengapa surat ini dibuat dengan perhatian khusus. Bukan hanya agar musuh tidak dapat melacak kami, tetapi juga agar kami tidak memberi mereka informasi yang tidak mereka ketahui, yang tanpa sengaja membantu mereka ‘menetralisir’ serangan kami. Contohnya, dalam penyajian tentang bom waktu akan selalu ada variasi, sehingga membuat polisi bingung dan tidak mudah menonaktifkannya tanpa bahaya meledakkan tim penjinak bom mereka sendiri.

Dengan cara ini, kami memperkuat persatuan anarko-individualis-nihilis yang mempromosikan bentrokan konstan dengan dunia otoritas dan massa sosial. Ini adalah cara baru dari anarki baru untuk menyerang tanpa bergantung pada simpati yang samar pada proletariat dan ekonomi kelas, melainkan malah menghapus kelas itu sendiri. Bukan kaya atau miskin, bukan bos atau pekerja, tetapi individu otonom dengan nilai dan pilihan anarkis.

Pada saat yang sama, kami mengabaikan citra pengorbanan ‘pejuang sosial’ yang diserang negara. Beberapa kawan dari Conspiracy of Cells of Fire dan inti FAI kini berada di penjara, di tempat kami menulis teks ini. Namun, tidak sekalipun kami memohon ‘hak’ kami dari negara, juga tidak menggunakan hukumnya. Ketika kami memilih untuk mempersenjatai diri dan membunuh perdamaian sosial, kami tahu konsekuensi dari pilihan yang kami buat. Kenyataan bahwa kami berada di penjara musuh tidak membuat kami tidak berbahaya. Kami menciptakan dan mengatur 10, 100, 1.000 sel dari Informal Anarchist Federation dan Conspiracy of Cells of Fire. Kami pun tidak akan menjadi ‘penulis anarkis’ yang akan menerbitkan teori kami dari dalam penjara. Kata-kata kami adalah pikiran kami yang ingin menjadi tindakan. Setiap hari, setiap malam, kami bernapas untuknya. Kami masih memiliki sejumlah dendam yang harus dituntaskan pada yang ada (the existent) dan kami menyimpan pisau di antara gigi kami. Strategi kami adalah membuat kekacauan menjadi teman kami. Itulah di mana semua kekuatan negatif dibebaskan. Konvensi, kemunafikan, etika, dan kepengecutan, dihapuskan di sana.

Saudara dan saudari, mari menantang segalanya. Mengeksekusi politik, meledakkan gedung-gedung pemerintah, merampok bank, membakar simbol otoritas, molotov pada polisi, pisau pada fasis, komunike, teks, diskusi, dan apa pun yang mempromosikan penyebaran anarki baru dan kemajuan Black International of the Anarchists of Praxis.


PEMBERONTAKAN LANGSUNG KONSTAN ANARKIS


Catatan:

Teks ‘Lone Wolves Are Not Alone... FAI/IRF/CCF’ (2012) didedikasikan untuk saudara-saudari kami di seluruh dunia, kepada yang telah mati, para tahanan, dan mereka yang buron.

Dalam masa sulit ini kami mengirim salam paling hangat kepada kawan-kawan buronan di Yunani: G. Mihailidis dan D. Politis, yang didakwa berpartisipasi dalam CCF; kawan buronan di Meksiko, FR; dan kawan Mario Lopez yang dipenjara dan terluka oleh alat pembakar yang dipindahkannya.

Pada saat yang sama, pikiran dan hati kami berada di sisi kawan-kawan di Italia yang mengalami operasi opresif berulang kali.

Kawan-kawan yang tangguh