Title: Mengurai Pemikiran Anarkis Individualis
Author: Joe Peacott
Publication: The Individual
Language: Bahasa Indonesia
Date: February 2003
Notes: Esai ini pertama kali diterbitkan oleh The Individual (jurnal dari Society for Individual) edisi Februari 2003 dengan judul An Overview of Individualist Anarchist Thought, ditulis oleh Joe Peacott, dan diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Anima Mortuus pada 2018.

Pengantar

Seluruh pemikiran anarkisme memiliki dua prinsip yang sama: penolakan terhadap struktur keorganisasian, serta struktur sosial yang menghilangkan kebebasan berpikir individu. Tapi para pemikir anarkisme akan selalu berada di lingkaran pembacaan sosial untuk banyak hal, terutama mengenai ketimpangan ekonomi, hingga turut serta mencari solusi dalam mencapai masyarakat baru. Berbagai libertarian pun telah menganjurkan sejumlah cara untuk mencapai kepemilikan properti secara alternatif, bagaimana cara pengelolaan berstandar perusahaan, metode mencapai perubahan sosial, dan proses pembuatan keputusan. Keberagaman pemikiran ini menyebabkan cabang anarkisme berbeda dalam gerakan anarkis.

Kecenderungan dominan di kalangan para libertarian adalah kaum revolusioner sosial. Mereka umumnya, baik para kaum anarkis komunis, percaya segalanya harus dimiliki bersama dengan seluruh keputusan harus dibuat secara kolektif, demokratis, atau sindikalis anarkis, karena yang mereka inginkan adalah sebuah dunia berdasarkan kepada serikat pekerja yang di mana tempat kerja harus terkendali secara demokratis dengan perencanaan hingga pengambilan keputusan di dalam berbagai komite, dan dewan. Anarkis sosial ini menolak kepemilikan pribadi individu, dan mempercayai kehendak individu direalisasikan dalam kelompok, kolektif, dan masyarakat.

Perlawanan kaum anarkis adalah kepada kaum kapitalis anarkis. Para kaum kapitalis anarkis memiliki impian kapitalisme tanpa negara, dalam hal ini, mereka memiliki kemiripan dengan sistem ekonomi kapitalis yang ada hingga hari ini. Mereka berpendapat bahwa ketidakadilan yang terkait kapitalisme bukanlah hasil dari keuntungan, bunga, sewa, dan kekayaan lain yang belum diakui, tetapi disebabkan oleh pemerintah mendukung beberapa perusahaan dengan mengorbankan orang lain melalui cara kesejahteraan perusahaan, hingga pembatasan hukum pada persaingan, dan akses kredit. Mereka percaya bahwa apabila gerakan penghapusan sistem pemerintah mampu membangun perusahaan kapitalis menjadi otonom, dan pasar bebas akan memperkaya semua orang, serta menghilangkan kemiskinan.

Individualis

Namun ada juga kelompok lain dalam gerakan anarkis yang menolak komunal, hingga kapitalis dalam pengaturan ekonomi. Kelompok ini adalah para kaum individualis, di mana gerakan ini berasal dari Amerika Serikat di tahun 1800-an. Sejak tahun 1820 hingga 1860-an, Josiah Warren bersama beberapa asosiasi yang terlibat sejumlah proyek ekonomi sosial berdasarkan konsep modal biaya yang seharusnya menjadi batas harga serta keuntungannya, seperti bunga, hingga sewa yang dianggap sebagai bentuk pencurian yang ada hanya karena pemerintah memiliki promosi serta perlindungan dalam “Time Store” di Cincinnati, hingga dalam masyarakat di berbagai tempat, termasuk anarkis yang berada desa Modern Times, di Long Island. Sementara perusahaan-perusahaan ini dianggap paling tidak berhasil oleh pengikutnya yang melihat kondisi kehidupan individualis anarkis yang tidak satu pun mampu bertahan lama.

Namun di tahap eksperimen gerakan para individualis berakhir dengan runtuhnya era modern, jumlah individualis terus mengagitasi sosial untuk melakukan berubah melalui publikasi seperti “The Word” dan “Liberty”, termasuk organisasi New England Labor Reform League, dan Boston Anarchists’ Club. Gerakan ini akhirnya memudar saat “Liberty” berhenti terbit pada tahun 1908, dan Benjamin Tucker sebagai editornya pergi meninggalkannya Amerika Serikat. Saat ini para penulis individualis, dan kelompok-kelompok dari Prancis, Italia, Rusia, Jerman, serta Amerika telah menjadi yang terbesar pengaruhnya.

Hingga akhirnya organisasi-organisasi ini ditemukan di tahun 1960-an dan 1970-an oleh kedua kapitalis, dan beberapa anarkis non-kapitalis menelusuri asal-usulnya dari gerakan modern hingga ke gerakan individu libertarian Amerika yang tua. Kaum kapitalis anarkis menolak menjadi bagian penting dari pemikiran individualis yang meyakini kekayaan diciptakan oleh kerja individu melalui sewa, bunga, laba adalah cara untuk mencuri kekayaan pemilik sahnya. Para anarkis kapitalis mendukung pembentukan ekonomi kapitalis akan menempatkan mereka di luar tradisi para anarkis antikapitalis yang keras ini.

Apa yang Diyakini Anarkis Individualis

Individualis anarkis berpendapat bahwa inisiasi kekerasan berdampak pada ketidakadilan, dan kelompok menjadi tidak lebih bebas bertindak daripada individu. Aktivitas yang tidak dapat diterima saat terlibat oleh satu orang tidak bisa ditoleransi ketika mereka dilibatkan oleh sekelompok orang, bahkan jika kelompok itu yang merupakan dirinya sebagai perintah. Jika itu salah, seperti misalkan tetangga mencuri dariku atau mengurangi perbudakan kepada diriku, hal tersbut sama salahnya seperti negara yang melakukannya seperti perpajakan, rancangan militer, atau pendidikan yang wajib. Segala macam perintah yang didasarkan dari kekerasan, perampokan, dan kepatuhan terhadap subyek peraturan hukum para penguasa.

Seperti para anarkis lainnya, individualis anarkis berpendapat agar mengupayakan maksimal kebebasan serta kebahagiaan manusia dengan menghapus negara dengan segala bentuk hubungan tidak sukarela lainnya yang terjadi di dalam organisasi, dan institusi. Mereka percaya bahwa semua orang harus bebas memilih dengan siapa mereka terkoneksi, jenis pekerjaan apa yang mereka lakukan, bagaimana mereka mempromosikan produk mereka, di mana mereka tinggal, hingga hiburan di mana mereka tinggal. Batas kebebasan bertindak seseorang harus menjadi kebebasan yang setara dengan orang lain dalam menjalani hidupnya tanpa gangguan. Dengan kata lain, kebebasan mengayunkan lengan tepat di wajah orang yang memulainya.

Prinsip individualis anarkis paling berbeda pemikiran dari kaum anarkis di bidang ekonomi. Tidak seperti kaum anarkis komunis, individualis mengadvokasi kepemilikan pribadi sebagai properti, dan retensi individu dari produksi-produksi kerja seseorang yang berarti keseluruhan produk kerja seseorang. Individualis menolak keuntungan, karena dianggap pencurian, dan ketidakadilan atas hasil kerja orang lain, dan hal ini sama saja dengan kapitalis, tidak sosialis.

Para individualis mendukung kepemilikan lahan produksi berdasarkan pada penggunaan, hunian dengan sewa sebagai bentuk lain dari otonom produktivitas orang yang menggunakan lahan itu sendiri sebagai sumber daya mereka menuju skala yang lebih besar demi efisiensi produktivitas yang lebih besar. Namun sayangnya, para pihak yang turut mengatur kooperatif seringkali memiliki hak penuh dari hasil kerja mereka, sehingga orang yang bekerja menjadi tidak untung.

Karena monopoli pemerintah terhadap penerbitan tender legal, serta penyewaan bank secara artifisial membatasi persediaan uang, dan meningkatkan biaya sambil mengurangi ketersediaan kredit, individualis menganjurkan sistem perbankan, serta mata uang yang sama sekali baru. Bank mutual atau lembaga kredit lainnya akan bebas untuk mengeluarkan bentuk uang mereka sendiri, dan akan bersaing di antara mereka sendiri untuk pelanggan, sehingga hal ini tidak berbeda dari mengendarai mobil dari biaya kredit operasional bank dan gaji para pekerja bank. Anggota lembaga seperti itu akan mendapatkan kredit tanpa harus melunasi pinjaman pada tingkat bunga yang melumpuhkan saat ini. Bunga, seperti sewa, dan keuntungan tidak akan ada lagi, selain gratis. Orang-orang dengan pilihannya tidak diharuskan membayar kepada mereka yang sekarang mengontrol peredaran jumlah uang.

Hubungan Sosial dalam Komunitas Individualis

Individulis berprinsip bahwa manusia harus bebas dalam bersosial dengan siapapun yang mereka pilih dan dapat menghindari interaksi institusi apa pun yang mereka sukai. Sementara dalam gerakan anarkisnya lebih berorientasi pada sistem kolektif untuk demokrasi partisipatif dari komite-komite perwakilan yang berbagai jenis sebagai bagian penting dari masyarakat libertarian. Individualis cenderung melihat beberapa lembaga berbadan publik tidak lebih dari ketentuan mutlak dalam memecahkan masalah dengan proyek-proyek tertentu yang kemudian yang akan berpengaruh ke kehidupan mandiri mereka. Individu tidak melihat kebutuhan untuk komite, dan dewan untuk mengawasi siklus keseharian manusia. Secara spontan, interaksi sosial, dan ekonomi individu haruslah bebas di semua struktur untuk mempertahankan hidup.

Kontrak antar individualis secara eksplisit dapat dipahami dengan sederhana dipahami sebagai kunci hubungan interpersonal. Tidak seperti ‘kontrak sosial’ pemerintah, konstitusi, dan hukum yang dimaksudkan untuk mengikat orang yang pada realitanya tidak setuju untuk diperintah. Individualis di dunia tanpa kewarganegaraannya harus dapat memiliki harapan yang sejajar di seluruh interaksi sosial, dan ekonomi. Norma sosial baru harus terus-menerus dinegosiasikan sebagai perubahan sosial. Meski hal ini tampak tidak praktis dibandingkan dengan kemudahan yang telah memiliki aturan sosial serta adat istiadat. Semakin meningkatnya kebebasan dalam bertindak secara individual akan memberikan kompensasi ketidaknyamanan dari berbagai hal.

Individualis bersama kelompok sosial yang mampu menghasilkan produk harus berpikir bahwa orang ingin mendapatkan produk nilai tukar di pasar tanpa terbatas, di mana sejatinya sebuah persaingan bebas akan membuat harga produksi mampu diturunkan biaya secara aktual. Skema lisensi peraturan yang sekarang telah membatasi pasokan, dan meningkatkan biaya beberapa jenis produk denagn layanan tertentu, sehingga berhenti menghasilkan peningkatan akses ke banyak produk layanan, seperti perawatan kesehatan, obat-obatan yang kenyataannya semakin langka serta mahal sebagai bentuk hasil campur tangan pemerintah.

Seperti semua hal lainnya dalam masyarakat tanpa pemerintahan, individualis harus membuat ketentuan sendiri dalam membela diri demi keamanan diri mereka sendiri, dan properti milik mereka. Sementara masyarakat yang lebih bebas dengan ketidaksetaraan ekonomi sosial telah menciptakan kejahatan, serta kekerasan. Sehingga dalam sebuah interpersonal akan tetap dapat melindungi diri dengan senjata apa pun yang mereka pilih ketika hukum pemerintah berusaha melucuti mereka. Mereka juga harus memiliki pilihan untuk membentuk kelompok sukarela sebagai sendi bela diri sehingga masyarakat mendapatkan jasa pertahanan gratis.

Segala macam kebebasan baru akan dialami dengan penghapusan badan negara, dan tentunya memberikan risiko baru bagi para individualis. Ini seperti pasar dalam perawatan kesehatan tanpa aturan bagi siapa pun dengan menawarkan dirinya sebagai penyembuh, penghapusan undang-undang senjata api yang akan meningkatkan pasokan senjata mematikan, serta obat-obatan yang berpotensi berbahaya secara bebas. Tanpa jaring pengaman aturan pemerintah dalam program kesejahteraan negara, kami semua hanya akan memiliki diri serta rekan terpilih yang kami andalkan agar menjauhkan diri dari bahaya hingga berani menangani konsekuensi dari kesalahan. Manusia harus mengambilnya menjadi diri mereka sendiri yang diinformasikan sebagai individu tentang produk, layanan, dan orang lain untuk mencoba membuat keputusan yang lebih bijaksana dalam kebebasan yang baru mereka temukan. Kebebasan merupakan hal yang berisiko, tetapi manfaatnya jauh lebih besar daripada risikonya.

Bagaimana Cara Mencapainya di Masa Kini

Sarana dan tujuan sangat terkait erat dengan anarkis individualis. Jadi, penting untuk memilih metode dalam mencapai perubahan sosial tanpa bertentangan dengan nilai-nilai libertarian, dan tidak melanggar kebebasan lainnya. Sementara para individualis sering melihat diri mereka sebagai ahli abolisionis (gerakan melawan perbudakan di abad 18, di Eropa dan Amerika), karena mereka menganjurkan penghapusan segera dari hukum pemerintah, serta menyambut penyusutan kekuatan negara. Mereka mengakui bahwa perubahan sosial dalam arah libertarian akan datang secara bertahap.

Sementara beberapa individualis adalah seorang pasifis; menolak apapun bentuk kekerasan, namun juga mendukung kebebasan individu dalam membela dirinya terhadap agresi dengan menggunakan kekerasan jika perlu. Sambil memaafkan kekuatan seperti itu dalam membela diri, kaum libertarian menentang setiap inisiasi kekerasan, menganjurkan penggunaan tindakan langsung tanpa kekerasan sebagai metode utama mengubah masyarakat dalam menghapus hukum pemerintah.

Melihat hubungan ekonomi kapitalis sebagai bentuk hukum pencurian, para individualis lebih mendukung pekerja yang menempati posisi tempat kerja mereka dengan terus menjalankan koperasi pekerja, termasuk buruh tani untuk mengambil alih, dan mengolah traktat tanah saat dipegang oleh perusahaan yang menghasilkan laba. Selain itu, untuk konfrontasi langsung dengan negara-negara yang didukung lembaga ekonomi, anarkis mengadvokasi mendirikan organisasi serta koperasi alternatif dalam bersaing dengan bisnis yang konvensional bisnis. Mulai dari yang diprakarsai oleh pekerja dengan menjalankan usaha kecil ke komunitas melalui mata uang lokal, usaha itu mampu menggantikannya menjadi pengaturan libertarian untuk beberapa hubungan yang paling eksploitatif di pasar ekonomi, serta memberikan contoh kepada orang lain bagi individu secara mandiri dan kelompok.

Untuk menghapuskan institusi dalam dunia politik, pendekatan para anarkis individualis adalah mendorong manusia untuk menarik diri dalam memberikan dukungannya kepada negara sampai kapan pun, dan dimana pun agar dapat memaksa negara keluar dari bisnis kelaparan yang terjadi dalam siklus keuangan, personal, hingga penghormatan. Penghindaran dalam membayar pajak, penolakan terhadap draft data, penolakan untuk memilih, kecaman publik terhadap pembuatan perang pemerintah, hingga campur tangan internasional, penarikan otonomi pemerintah atas pendidikan, pengelakan pada peraturan hukum negara yang dapat melemahkan takluk kepada kekuasaan pemerintah. Seperti dalam kasus ekonomi, itu juga penting menyiapkan pelayanan alternatif yang banyak diminati, seperti Homeschooling, rumah sakit amal dari swasta dan klinik, makanan prasmanan, tempat penampungan yang dijalankan oleh kelompok-kelompok seperti Katolik, anarkis pekerja pun dapat mengambil tempat yang disediakan pemerintah, perawatan penyakit, dan layanan bagi tunawisma. Upaya alternatif ini bukannya menawarkan yang manusiawi, hormat, model pengganti yang peduli untuk hirarkis, cara invasif, dan menghakimi kawanan yang muda, lemah, dan subjek yang tidak beruntung.

Selain mendukung dan berpartisipasi dalam alternatif dari kapitalisme negara, libertarian perlu mempublikasikan usaha mereka, menjelaskan pandangan, hingga pendekatan individualisnya kepada orang lain, serta terus-menerus menunjukkan kekurangan, hingga kejahatan politik, ekonomi, dan institusi sosial yang menjadikan kita semua sebagai subjek. Ini membutuhkan penggunaan semua metode komunikasi yang tersedia, termasuk media cetak dan penyiaran; demonstrasi publik, ceramah, diskusi, internet. Kecuali telah menyadari adanya alternatif untuk melihat perubahan menuju kebebasan yang diinginkan, dan takkan terjadi selain anarkis.

Metode anarkis individualis mempromosikan perubahan sosial yang telah dibahas di atas tidak akan menghasilkan hal baru dalam sebuah dunia dengan cepat karena membutuhkan usaha dari kaum individualis. Namun itulah satu-satunya untuk mendapatkan perubahan tanpa kompromi dengan prinsip-prinsip anarkis yang akan membahayakan nyawa, hingga kebebasan orang lain. Kebebasan untuk perlindungan hidup sebenarnya inti dari gerakan kaum anarkis individualis.