INGATAN YANG LEMAH

Aku punya ingatan yang lemah
coba mencari tempat
terpisah
terpencar ke segala arah

Aku punya ingatan yang lemah
penampilan tak penting
jangan lari
kita tak pernah punya arah

Aku punya ingatan yang lemah
beberapa mereka mengagumi
semua sama
idola dan persetan dengan semua

Aku punya ingatan yang lemah
jika bukan kepala yang terpisah
kenapa harus kita
—yang memaksa abunya?

2025
KITA MENUA LELAH PELAKUNYA
SEBAB WAKTU DIAM SAJA

Mati lebih cepat
Silahkan
Telah kubunuh diriku
pada hari ke satu, dua, dan tiga.

Aku pertama
cemas kebingungan
Aku kedua
asap-asap beterbangan
Aku ketiga
adalah hahahaha sialan.

Bunuh aku lebih cepat
pada hari ke satu, dua, dan tiga.

2025
TUBUHKU DIKELILINGI
LOGAM PANAS
untuk haftanstalt

besi besi besi
waktu dipasung
detik diperkosa

aku, tubuh dikerangkeng tafsir humanis
—suara diremuk janji-janji manis

anjingberlarikucingberlari
manusiamanusiaditambat

2025
ADEGAN 4

Kota-kota disfungsional sejak pertama ada, mata terbuka sembari menghina masa depan tuk menderita. Di sini, puja puji trik pena raja-raja menggila. Ku bilang pada kakak—hapuslah semua yang ada. Kakak hanya akan menjadi tak lebih baik dari seseorang yang dianggap gila. Dan benar saja. Besar cinta dibanding kepala—jika belum gila, maka sudahi saja.

2025
KRIEG

berhenti percaya
pada peta-peta
banyak garis janji
mabuk kata-kata

gali tanah di kepala sendiri
sisa-sisa bahasa yang
menggantung matahari
imajinasi yang tak pernah di

matilahmatikanandankirimatilahkalian
bersamaujaranyangkaliannorthkannnn

2025

Vipaldi Desta, sedikit menulis puisi. Enam puisi ini diambil dari Krieg, kumpulan puisi yang belum diterbitkan. E-Mail: preeearwww@proton.me