Dalam angan, kalian selalu mengenal idol. Sosok yang menjadi luapan kekaguman kalian. Idol adalah batu penjuru kemana kalian bermimpi. Kalian ingin seperti mereka. Kalian ingin bersama mereka. Kalian ingin, ingin, dan ingin menjadi seperti idola kalian. Baik tokoh politis, musisi, artis, aktor, figur publik, sampai para pemikir dan revolusioner. Kadang idola bisa berupa konsep. Konsep yang kalian anggap hebat: maskulin; agresif; bijaksana; lucu; pasifis; indie; revolusioner; dan lain-lain. Kalian menghabiskan waktu untuk mengagumi dan menduplikasi idola. Kalian diam, tapi pikiran kalian melayang-layang bersama idola kalian.

Lalu, kalian menyangkal diri

Kalian menolak diri sendiri. Menolak segala keunikan yang dimiliki. Kalian membayangkan diri sebagaimana kalian menggambarkan idol. Kalian mulai berpakaian seperti idola. Kalian menirukan mimik seperti idola. Kalian menghabiskan sumber daya untuk membentuk diri sebagaimana idola kalian. Kalian memasang ikon idola kalian di setiap jengkal tubuh. Kaos-kaos bergambar idola adalah identitas kalian. Kata-kata bijak idola adalah kata-kata yang keluar dari mulut kalian. Tulisan-tulisan idola kalian adalah apa yang kalian tulis di media sosial kalian.

Dan kalian mulai terjajah.

Terjajah oleh pikiran kalian. Terjajah oleh kebutuhan kalian agar punya identitas. Bukan identitas berdasar keunikan diri. Tapi identitas berdasarkan apa yang idola kalian miliki. Kalian menjadi kepalsuan di tengah dunia yang realistis. Tidak ada kemerdekaan, ketika kalian tidak menjadi diri sendiri. Kalian adalah manusia dengan label tersemat di dalam pikiran. Tidak berbeda dengan kaleng sarden di minimarket. Kalian menjadi sekumpulan barang di dalam peti kemas. Digolongkan dan dikotakkan sesuai label kalian. Kalian bergerak bukan atas kehendak. Namun bergerak sebagaimana perintah yang tersemat. Perintah agar kalian serupa dengan idola kalian. Kalian sudah mati. Karena kalian sudah tidak berpikir sebagaimana individu berpikir. Kalian menjadi mesin-mesin yang bergerak atas apa yang diperintahkan. Kalian menjadi komputer, dengan idola sebagai sistem operasi.

Jangan bicara merdeka! Jangan bicara pembebasan! Kalian bukanlah individu merdeka sampai kalian merdeka dari bayang-bayang idola. Pikiran kalian tidak akan bebas selama pikiran kalian terlalu kagum pada idola, dan menyangkala diri agar seperti idola. Kehendakmu adalah milikmu sendiri! Pikiranmu adalah milikmu sendiri! Tubuhmu adalah milikmu sendiri! Bukan milik konsep-konsep idolamu!

Bunuh idolamu! Bunuh dalam pikiranmu! Patahkan belenggu mereka di dalam hidupmu. Dan jadilah manusia merdeka!

BUNUH IDOLAMU! KAMU BERHAK MENJADI DIRIMU SENDIRI!